Processor merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam sirkulasi data computer, processor bertanggung jawab atas segala pekerjaan yang dilakukan. Seiring perkembangan teknologi processor pada NoteBook hadir untuk meramaikan perkembangan tren teknologi saat ini, untuk itu penulis mencoba berbagi tentang perangkat keras computer “Processor”.

1. Pendahuluan
Seiring perkembangan teknologi yang kian hari makin pesat, perkembangan tersebut juga mempengaruhi penyedia untuk saling berlomba manjadikan tiap perubahan. Tak tanggung-tanggung. Dalam hal ini penulis lebih membahas tentang perkembangan teknologi dalam hal perlatan yaitu processor.
Intel merupakan salah satu vendor processor katalan yang sudah mendapatkan pengakuan bagi pengguna di seluruh dunia, untuk perkembangan masa kini intel sendiri cukup optimis bahwa processor ini akan membawa angin segar pada perkembangan laptop, PC dan juga server.
Generasi baru ini sepertinya akan mampu bekerja 10 sampai 20 kali lebih hebat dibandingkan performa dari mesin generasi yang ada saat ini. Selain itu juga sudah tentu berkecepatan tinggi dalam prosesnya. Kabarnya chip yang baru ini mampu beroperasi pada daya listrik 25W pada kondisi siaga atau pada kerja maksimal maka daya listriknya yaitu sekitar 125W.
Processor canggih ini memang sengaja dirancang untuk penggunaan aktivitas virtual ataupun belanja online yang menggunakan laptop masa depan dengan kamera 3D dan layar yang mendukung pastinya. Sehingga seolah-olah yang Anda hadapi adalah kehidupan nyata, bukan aktivitas virtual lagi. Interaksi semacam ini kemungkinan akan menghilangkan kebutuhan keyboard, remote control ataupun joystick pada game.
Beberapa peneliti percaya bahwa komputer mungkin bahkan dapat membaca gelombang otak, sehingga hanya berpikir tentang perintah tersebut, seperti mendiktekan kata-kata yang akan terjadi tanpa kita perlu berbicara.
2. Perkembangan Sejarah Perangkat
Sebagaimana sebuah aturan buatan manusia lainnya, Hukum Moore mulai diganggu dan digugat. Menurut Hukum Moore, jumlah transistor dalam sebuah chip akan berlipat ganda setiap dua tahun. Penggandaan ini menghasilkan lebih banyak fitur, peningkatan kinerja, dan penurunan biaya untuk setiap transistor. Namun seiring dengan kian mengecilnya ukuran transistor, peningkatan daya dan panas menjadi masalah yang kian berkembang. Oleh karena itu, implementasi fiturfitur, teknik, dan struktur baru mutlak diperlukan. Intel menjawab dengan mengintegrasikan fitur-fitur hemat daya ke dalam proses teknologi 65 nm. Fiturfitur ini berperan penting dalam menghadirkan komputasi dan produk-produk komunikasi yang memiliki efisiensi daya di masa depan. Teknologi strained silicon dari Intel –kali pertama diimplementasikan pada proses teknologi Intel 90 nm–dikembangkan lagi pada teknologi 65 nm. Generasi kedua dari teknologi strained silicon meningkatkan kinerja transistor antara 10 sampai 15 persen tanpa memperbesar kebocoran. Singkatnya, transistor-transistor ini dapat memperkecil kebocoran sebanyak empat kali dibandingkan dengan transistor-transistor 90 nm. Akibatnya, transistor-transistor pada proses teknologi 65 nm memiliki peningkatan kinerja tanpa peningkatan kebocoran yang signifikan.
Evolusi Hukum Moore
Hukum Moore bukan sekadar prediksi dan hasil pengamatan belaka. Saat ini, Hukum Moore telah dijadikan target Kedatangan processor 64-bit dan dual-core memunculkan pertanyaan, bagaimana kelanjutan Hukum Moore? dan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan industri semikonduktor. Peneliti di industri prosesor berusaha mewujudkan Hukum Moore dalam pengembangan produknya. Secara tidak langsung, Hukum Moore menjadi umpan batik (feedback) untuk mengendalikan laju peningkatan jumlah transistor pada keping IC. Hukum Moore telah mengendalikan semua orang untuk bersama-sama mengembangkan processor.
Di sisi lain, munculnya processor dual-core yang memiliki 1,7 miliar transistor di dalamnya membuka babak baru pembahasan Hukum Moore. Kedatangan processor dual-core, memunculkan pergeseran ramalan dalam Hukum Moore. Sebab, clock dan kecepatan processor sudah bisa dikatakan sulit untuk berkembang lagi. Jika dikembangkan, maka konsekuensinya adalah panas berlebihan dan desain processor yang sulit diterapkan. Apalagi, bus integrator hingga saat ini belum ada. Selain itu pengembangan lebih lanjut, tanpa adanya rancang ulang kontruksi processor hanya melahirkan bottleneck dalam CPU. Selain itu, processor dual-core juga sudah melejit dalam waktu kurang dari dua tahun, sejak processor versi sebelumnya. Mungkin, yang bisa dikaitkan dengan Hukum Moore adalah kecepatannya saja yang masih bisa diramalkan. Mengenai jumlah transistor dalam sebuah processor, tampaknya sudah tidak relevan lagi. Jadi, Hukum Moore memang sudah sepatutnya dipertanyakan relevansinya dengan perkembangan processor yang semakin melejit. Atau setidaknya, perk.) dimunculkan Hukum Moore v2.
3. Cara Kerja Perangkat
Processor merupakan bagian yang sangat penting dalam komputer. Processor merupakan transistor-transistor yang terintergrasi sesuai tipe dan karakteristik processor. Missal dalam Intel 65 nm memiliki lebar gerbang lebih kecil sebesar 35 nm dan ketebalan gerbang oksida sebesar 1,2 nm, yang kombinasinya menghasilkan peningkatan kinerja dan penurunan kapasitas gerbang. Penurunan kapasitas gerbang pada akhirnya akan menurunkan daya aktif chip. Proses terbaru ini juga mengintegrasikan delapan lapis cooper yang sating terhubung dan menggunakan suatu materi dielektrik “low-k” yang meningkatkan kecepatan sinyal di dalam chip dan mengurangi konsumsi daya chip.
Intel juga telah mengimplementasikan “sleep transistor” dalam SRAM 65nm. Transistor-transistor tersebut akan memadamkan aliran yang ada ke blok-blok dari SRAM ketika mereka tidak sedang digunakan, yang secara signifikan membatasi sumber konsumsi daya pada chip. Fitur ini bermanfaat bagi perangkat yang menggunakan tenaga baterai, seperti laptop.
Dalam tulisannya, Moore meramalkan, pemakaian transistor pada keping IC meningkat secara eksponensial dua kali lipat setiap tahun. Prediksi Moore dikenal sebagai Hukum Moore dan terbukti hingga saat ini. Namun, kecenderungan tersebut terus menurun dan mulai dipertanyakan ketepatannya, sehingga peningkatan jumlah IC secara eksponensial berlangsung rata-rata menjadi setiap 18 bulan. Namun Gordon Moore mempertahankan pendapatnya dan membantah bahwa Hukum Moore tidak lagi relevan dalam penjelasannya di depan International Solid State Circuits Conference (ISSCC) pada 10 Februari 2003 dalam presentasi berjudul No “Exponential Forever, But We Can Delay Forever”. Moore mengakui, prediksinya tidak selamanya akurat. Meski demikian, Hukum Moore terus dipelajari dan menjadi kajian yang penting.
4. Teknologi Masa Depan
Bayangkan jika sebuah transistor berukuran 1 cm, berapa besar ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan sebuah komputer? Padahal, dalam sebuah komputer, terutama dalam processor, terdapat jutaan transistor. Pada tahun 1980-an, processor Pentium 486 memiliki 275.000 transistor, sedangkan Pentium II memiliki sedikitnya 7,5 juta transistor. Tak kurang dari 40 juta transistor ada dalam sebuah processor Pentium 4 atau Athlon XP. Bayangkan, jika terdapat 40 juta transistor pada sekeping processor selebar 5 cm2, seberapa besar, atau tepatnya seberapa mungil, ukuran satu buah transistor?
Jumlah transistor berbanding lurus dengan kecepatan processor. Semakin banyak transistor dalam sebuah processor, semakin tinggi pula kecepatan processor tersebut. Sebab, semakin banyak transistor, semakin besar pula kemampuan menjalankan instruksi paralel dalam setiap detik. Jika processor 486 “hanya” bisa menjalankan 20 MIPS (Million Instruction Per Second), maka Pentium 4 mampu menjalankan 1,5 juta MIPS.
Dalam perkembangannya, processor selalu mengalami peningkatan kinerja. Bukan hanya produk Intel yang bernama Pentium, tetapi juga processor AMD. Peningkatan kinerja ini selalu berdasarkan perhitungan yang matematis. Perhitungan matematis inilah yang disebut sebagai Hukum Moore. Dalam Hukum Moore disebutkan, bahwa jumlah transistor dalam sebuah chip akan berlipat ganda setiap dua tahun. Hukum Moore dikemukakan oleh Gordon Moore, peraih gelar PhD bidang fisika dan kimia dari Caltech. Saat bekerja di Fairchild Semiconductor, ia menulis sebuah artikel berjudul “Cramming More Components Onto Integrated Circuits” di majalah Electronics No. 8 Volume 38 pada 19 April 1965. Tulisannya inilah yang disebut sebagai Hukum Moore.
Baru- baru ini, Kuala Lumpur, 30 Agustus 2006 – Intel Corporation mengungkap delapan seri prosesor Dual-Core Intel Xeon® 7100 terbaru untuk server multi-prosesor. Sebelumnya diberi codename “Tulsa,” seri prosesor Dual-Core Intel Xeon 7100 menawarkan kunci penting untuk men-support tuntutan aplikasi enterprise: kinerja tinggia dan kehandalan. Keluarga prosesor baru ini juga lebih rendah konsumsi daya, dengan opsi 95 watt, yang sangat berperan bagi penghematan biaya energi.
Prosesor seri Dual-Core Intel Xeon 7100 menawarkan kinerja hingga dua kali lipat dan hampir tiga kali lebih baik dalam kinerja per watt-nya dibanding prosesor seri Intel Xeon MP terdahulu. Prosesor baru ini juga kompatibel dengan platform yang sudah ada sehingga dapat mempercepat implementasi dan menghemat biaya kualifikasi dan waktu validasi.
“Today’s introduction continues an historic ‘summer of servers’ for Intel where we have now delivered a record 23 new processors in three market segments in less than 100 days,” ujar Debjani Gosh, marketing manager, Intel South East Asia. “The Dual-Core Intel Xeon Processor 7100 series is the best choice for demanding enterprise workloads based on new world record benchmarks, significantly outperforming the industry in key areas while not compromising on the reliability and investment protection that is so critical.”
Dibuat lewat proses manufaktur 65 nm terdepan milik Intel, prosesor seri Dual-Core Intel Xeon 7100 mencakup lebih dari 1.3 miliar transistor dan 16 MB shared cache dalam sebuah arsitektur inovatif yang membawa feature Intel® Cache Safe Technology untuk kehandalan yang optimal.
Prosesor Dual-Core Intel Xeon Processor 7100 juga membawa banyak feature hasil inovasi Intel yang dapat meningkatkan efektivitas datacenter, seperti Intel® Virtualization Technology yang membantu menekan total cost of ownership dengan mengembangkan konsolidasi software-software aplikasi yang berbeda.
Prosesor Dual-Core Intel Xeon Processor 7100 kompatibel dengan chipset Intel® E8501 yang sudah diperkenalkan tahun lalu dan didesain untuk prosesor dual-core. Pilihan dual-core 95 watt menawarkan konsumsi daya lebih rendah hingga 40 persen dibanding prosesor generasi sebelumnya.
Dengan benchmark SPECjbb™2005* benchmark, server Fujitsu-Siemens PRIMERGY RX630 S3* yang berbasis prosesor Dual-Core Intel Xeon 7140M memecahkan rekor terdahulu dengan skor 178,201 untuk business operations per second. Server Dell PowerEdge 6800* yang berbasis prosesor Dual-Core Intel Xeon processor 7140M juga memecahkan rekor dunia dengan skor 16,320 QphH4 lewat benchmark TPC™-H* untuk mengukur kinerja database.
Platform server Intel terbaru ini adalah pilihan tepat untuk mengkonsolidasi server, khususnya dalam virtualised environment, dan tuntutan beban enterprise yang sedang berjalan, seperti database, enterprise resource planning (ERP), customer relationship management (CRM), dan aplikasi e-commerce.
Teknologi 65 nm dari Intel melaju sangat mulus dengan total produksi melebihi total produksi untuk 90 nm-nya. Hal ini memungkinkan Intel mempercepat platform Dual-Core Xeon Processor 7100. Kekuatan manufaktur Intel juga telah memungkinkan revisi harga Intel Xeon Processors seri tertinggi secara substansial sehingga memberikan tingkatan baru untuk harga/kinerja.
Turut men-support Dual-Core Intel® Xeon® Processor 7100 adalah 4 prosesor Intel® SR4850HW4x dan SR6850HW4x sistem server yang menawarkan kinerja tinggi, dan kekuatan database yang optimal, ERP, enterprise class computing. Berikut adalah daftar Benchmark Processor 24 mei 2010