1.            ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL

Organisasi meruapakan kumpulan 2 orang atau lebih yang berkerjasama dalam mencapai tujuan bersama, dari pengertian tersebut dapat disimpulkan organisasi merupakan sebuah perkumpulan social karena organiasi itu harus lebih dari satu orang, mempunyai tujuan yang sama, ada berbagai tujuan, seperti untuk mensejahterakan anggotanya masing, dalam kepemerintahan Indonesia juga dapat disebut organisasi karena terdiri dari lebih dari satu orang dan mempunyai tujuan yang sama yakni, mensejahterakan rakyat Indonesia, memajukan kesejahteraan Negara yang kita cintai ini.

Setiap manusia diciptakan sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup tanpa orang lain, maksudnya bukan menjadi tergantung kepada orang lain, tetapi disini dimaksudkan manusia di bumi ini hidup saling membantu satu sama lainnya, seperti pedagang dan pembeli, pekerja bangunan dan pemilik modal atau proyek bangunan tersebut, dapat kita bayangkan, jika satu sama lain manusia tidak peduli atau tidak terdapat rasa social, Negara kita tidak akan maju, saling egois dan saling merasa hebat, bahkan sebaliknya Negara kita akan anjlok karena tidak adanya rasa social yang dapat menimbulkan rasa kesatuan dan persatuan.

Setiap manusia yang dalam kehidupannya harus mempunyai relasi atau hubangan terhadap manusia yang lainnya, hal tersebut dapat disebut suatu system social. Didalam Organisasi setiap anggota organiasi termasuk semua orang anggota organiasi tersebut yang berinteraksi atau berhubungan dengan anggota yang lainnya serta kepada oaring diluar organiasai tersebut.

Sebuah organiasasi terbentuk dari sekumpulan orang, kemudian sekumpulan ini dapat dibentuk apabila perkembangan sekumpulan orang ini dapat menarik minat orang lain untuk bergabung dalam perkumpulan tersebut, ada pula dengan pengrekrutan atau panggilan dan undangan untuk bergabung dalam perkumpulan itu yang semakin lama dengan perkembangan perkumpulan orang tersebut dapat terbentuk organisasi yang besa. Sistem Sosial dapat diartikan sebagai bagian dari organiasasi jika dalam badan organisasi terdapat peran dan rasa social kesatuan dari para anggota,  tidak jarang system social itu mengeluarkan gagasan yang mudah dicerna dan di hayati yang kemudian di implementasikan dalam realitas dengan tindakan-tindakan nyata dan praktis.

2.            CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM

Sebuah organisasi tidak jarang terdapatnya berbagai beda pendapat untuk berbagai macam cara pandang para anggota dalam menyelesaikan masalah, dari berbagai pendapat itu tidak ada satupun yang pasti dan harus dilakukan semua anggota, perbedaan pendapat itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu kemudian diambil kesepakatan dan kemufakatan secara bersama. Hal ini adalah salah satu cara kita atau sudut pandang organiasasi ialah sebagai system, dalam hal ini organiasi mempunyai system untuk menghasilkan kebijakan dan kepentingan bersama, dari hal yang berbeda pendapat, dimusyawarahkan guna mendapatkan kesepakatan yang bersama. dapat dikatakan system jika didalam sutu interkasi atau hubungan yang terikat dalam asas-asas tertentu dalam rangka mencapai tujuan tertentu, dan didalamnya terdapat  input yang merupakan unsur yang di masukkan atau dipendapatkan untuk diolah, pengolah, merupakan sebuah kegiatan yang merubah input menjadi output, output, merupakan hasil yang didapat dari pengolahan, dan yang terakhir ialah umpan balik, merupakan reaksi yang timbul dari dalam lingkungan organisasi atau dari luar organisasi terhadap input, pengolahan dan output.

Sebuah Organisasi merupakan sistem terbuka yang selalu terdapat input, pengolahan, output dan umpan balik. Selain  itu organisasi tidak berada di dalam kekosongan melainkan dalam interaksi dengan lingkungan. Antara organisasi dengan lingkungan perlu adanya penyesuaian.

Didalam Umpan Balik terdapat 2, yaitu 1. Umpan Balik positif, ialah sebuah reaksi dari output yang menunjukan adanya persetujuan dengan system yang berjalan. yang ke 2. sebaliknya, ialah umpan balik negative sebuah reaksi terhadap output yang menunjukan ketidak setujuan atau ketidak kesepekatan terhadap system atau output yang dianggap atau diketahui terdapat adanya penyimpangan.