Konflik dalam Organisasi Organisasi adalah sebuah sistem yang berfungsi sebagai wadah interaksi antar manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Hanya ada dua posisi seseorang dalam sebuah organisasi, yakni dipimpin dan memimpin. Yang memimpin adalah ketua dari sebuah organisasi tersebut, sedangkan yang dipimpin adalah angotanya. Pemimpin memimpin anggotanya. Dalam sebuah organisasi tentu memiliki banyak hal yang harus dihadapi dan dilakukan untuk suatu tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Dari hal-hal tersebutlah muncul ide-ide dari setiap anggota untuk mencapai tujuan itu. Tapi tidak semua pendapat yang dikeluarkan akan diterima oleh semua pihak. Banyak kepala yang terdapat di dalam organisasi tersebut, oleh karena itu akan banyak pendapat yang berbeda. Secara umum konflik dalam organisasi ada dua macam. Pertama yaitu konflik eksternal, yakni yang bekaitan dengan hubungan organisasi dan lingkungannya. Kedua adalah konflik internal, yakni permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam organisasi. Hampir setiap organisasi pasti memiliki konflik, baik konflik eksternal ataupun konflik internal. Konflik eksternal meliputi konflik yang terjadi diluar organisasi. Seperti halnya setiap organisasi pasti memiliki lingkungan yang mendukung ataupun yang tidak mendukung adanya organisasi tersebut. Yang tidak mendukung dengan adanya organisasi ataupun kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut bisa saja mendatangkan konflik. Beberapa para ahli organisasi berpendapat bahwa konflik internal meliputi konflik yang terjadi di dalam diri individu, konflik antar individu yang dipimpin, konflik antara individu yang dipimpin dan organisasi, konflik antara pemimpin dan yang dipimpin, serta konflik antara pemimpin dengan organisasi (Winardi, 2007). Hal seperti inipun bisa saja sering terjadi dalam setiap organisasi. Disinilah dibutuhkan kecerdasan dan kedewasaan dalam mengatasi segala konflik yang ada yang nantinya akan malah merusak hubungan personal antar anggota bahkan bisa saja akan merusak organisasi itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai individu yang berorganisasi, kita harus siap menghadapi segala konflik yang ada. Jangan jadikan konflik itu sebagai kendala, tapi jadikan konflik itu sebagai bahan pembelajaran yang akan menambah pengalaman kita dalam berorganisasi. Semoga saja kita termasuk individu yang selalu bisa mengatasi berbagai masalah atau konflik yang datang.