Adiktif atau kecanduan adalah istilah untuk menggambarkan kebiasaan atau ketergantungan yang berefek buruk bagi kesehatan namun orang tersebut susah untuk meninggalkannya.

Dengan demikian, kecanduan termasuk penyakit kronis yang disebabkan ketergantungan pada zat penyebab kecanduan.

Kecanduan dapat menyebabkan kerusakan kesehatan fisik dan psikologis.

Secara psikologis, kecanduan dapat mempengaruhi perilaku sesorang. Salah satunya adalah perilaku kompulsif, atau dorongan kuat untuk selalu mengkonsumsi zat penyebab adiktif tersebut.

Sebagai contoh, pecandu rokok harus selalu memastikan bahwa selalu tersedia rokok di dekatnya.

Sedang secara fisik, penggunaan terus-menerus zat adiktif mengarah ke ketergantungan tubuh. Ketergantungan ini berarti bahwa ketika zat adiktif dihentikan, tubuh menjadi stres dan terus menagih.

Nikotin merupakan komponen rokok yang menyebabkan kecanduan. Pada isapan pertama, tubuh segera merespon nikotin. Seorang menjadi merasa rileks dan lebih tenang dibanding sebelumnya.

Perasaan tenang ini merupakan tanda kecanduan. Tidak merokok menyebabkan seseorang jadi lekas marah, tidak sabar, cemas, dan gejala tidak menyenangkan lainnya.

Semakin kecanduan, semakin banyak jumlah rokok (nikotin) yang dibutuhkan tubuh untuk merasa rileks lagi.

Apa tanda-tanda kecanduan rokok? Tanda-tanda kecanduan rokok meliputi:

• merokok lebih dari tujuh batang per hari;
• sering menarik napas dalam;
• mengisap rokok yang mengandung kadar nikotin lebih dari 0.9 mg;
• merokok dalam waktu 30 menit setelah bangun pagi;
• sulit untuk tidak merokok di pagi hari;
• sering merokok sepanjang pagi hari;
• kesulitan untuk tidak merokok di tempat yang dilarang merokok, dan
• tetap ingin merokok bahkan ketika sakit atau sedang di tempat tidur.