Hidup itu karunia Tuhan, jadi sudah sepatutnya kiat hargai dan gunakan untuk sesuatu yang positif. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi merasa bosan dalam hidup ini. Bagaimana kalau ini benar-benar terjadi pada anda? Simak ulasan berikut.

Menurut pakar kesehatan jiwa dan geriatri Dr Tony Setiabudhi. PhD, Biasanya, dalam keadaan yang membosankan, seseorang akan semakin jenuh dan bosan dengan hidup ini. Tak jarang, mereka sengaja berdoa kepada Tuhan agar cepat-cepat dipanggil menghadapNya. Alasannya sederhana, mereka tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekitarnya lagi. “Untuk itu perlu dicarikan jalan keluar yang positif,” sarannya.

Salah satu caranya, menurut Tony, menciptakan kegiatan dan aktivitas. Itu diawali dengan menggali kemampuan yang dimilikinya. Misab.ya, bisa berbahasa Inggris. Maka, dia bisa menawarkan iri kepada tetangga untuk mengajar anak- anaknya.

Selain itu, dia bisa berkunjung ke kelurahan untuk melihat kegiatan apa yang bisa is ikuti. Dalam arti, sesuatu yang bisa is sumbangkan bagi sesamanya. Misalnya, mengajar merangkai bunga, mengajar masak, menjahit, dan sebagainya.

Tony juga mengingatkan agar mereka mencari teman untuk ngobrol. Itu tidak perlu teman sebaya. Sebab, tidak sedikit orang-orang muda yang punya perhatian besar terhadap orangtua. Meski, dia bukan orangtuanya sendiri. “Kemandirian itu harus dijaga. Dengan demikian, rasa jenuh, bosan, atau kesepian tidak ada lagi. Hidup ini jadi berarti meski umur tinggal beberapa tahun lagi,” ungkapnya.

Yang disayangkan Tony adalah masih adanya kesalahan persepsi di mana mereka tidak perlu lagi berolahraga. Sebab. biar bagaimanapun, tubuh perlu bergerak. Untuk itu, jalan kaki – cukup 15 sampai 30 menit – merupakan jenis latihan yang balk. “Sebelumnya, konsultasikan ke dokter agar bisa dipilihkan jenis latihan yang benar-benar cocok.” tuturnya lagi.

Tonny mengingatkan, biasanya nafsu makan akan bertambah bila ada orang yang mengajaknya berbicara. Mengenai frekuensi makan juga tidak harus tiga kali sehari. Pada lanjut usia diperkenankan untuk lebih sering makan, walau porsinya tidak penuh. Itu diperlukan untuk tidak memberatkan saluran cerna dalam memproduksi enzim.

Di samping itu, kebutuhan vitamin dan cairan masih harus dipenuhi. Itu bisa dapat dari sayur dan buah segar. Untuk menjaga agar tidak sering sembelit atau susah buang air besar, buah dan sayur yang mengandung serat sangat bermanfaat.

Selain itu, diingatkan juga tentang masalah tidur. Sebaiknya, kurangi tidur siang. Sebab, itu bisa menyulitkan tidur di malam hari. Misalkan tidur pun, itu cuma beberapa jam, lalu terbangun. Itu karena kebutuhan tidur yang dipenuhi pada siang hari. “Kalau kebiasaan tidur ayam dilakukan terus, maka pagi harinya badan terasa tidak segar dan mudah mengantuk,” ungkapnya lagi.

Pada kasus Sutrimo, kalau is sudah mulai makan maka selanjutnya, perlu dilatih berjalan. Misalnya, otot tungkai mulai dilatih dengan menggerakkannya di tempat tidur maupun dengan menggerakkan secara aktif atau sambil berjalan. Sebab, tidak jarang mereka yang sudah lama tidur tidak kuat lagi untuk berdiri lama atau untuk berjalan. Setup adanya gerakan baru. itu akan melahirkan harapan baru.

Selain itu, tentunya, makan yang cukup bergizi tetap perlu diberikan. Tentunya. itu disesuaikan dengan diet yang sedang dijalankannya. Misalnya, dia menderita diabetes, maka kalori yang dibutuhkan harus disesuaikan, termasuk aktivitas yang dilakukan. “Konsultasi kepada ahli gizi sangat saya sarankan,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Tony mengingatkan bahwa diri kita adalah titipan Tuhan. Untuk itu, kita wajib mencintainya. Bukan, malah menyia-nyiakannya. Dengan demikian, ada yang bisa kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan kelak. Anda setuju, bukan?